Dalam Hidup, kita semua menginginkan waktu dimana kita dapat berkumpul bersama orang-orang yang kita sayangi, membagi cerita dan melakukana hal-hal indah, dimana kita tak akan keberatan untuk menghabiskannya.
Namun, padatnya jadwal kerja, kuliah, atau tugas-tugas yang mengharuskan kita untuk bekerja lebih banyak membuat kita kelelahan dan kita kehilangan momen-momen bahagia bersama teman-teman kita atau keluarga kita
Lalu, bagaimana cara kita untuk mengatur waktu agar hidup kita lebih seimbang dan berkualitas?
Berikut adalah informasi yang anda butuhkan untuk mengatur waktu anda, dikutip melalui Buku First Thing First by Stephen Covey.
KUADRAN WAKTU
Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, kita selalu berada diantara empat kuadran waktu.
Kuadran 1
Kuadran satu mewakili hal-hal yang urgen dan penting. Pada kuadran ini kita menangani klien yang marah, mengejar deadline, memperbaiki mesin yang rusak, menjalani operasi jantung, atau membantu anak yang menangis karena jatuh.
Kuadran ini menyangkut kegiatan yang terjadi secara mendadak dan mengejutkan.
Kuadran 2
Kuadran dua mewakili kegiatan yang penting tetapi tidak urgen. Ini merupakan kuadran kualitas. Disinilah kita merancang bagaimana kita hendak membantu putra-putri kita yang sedang dalam kesulitan, mempersiapkan diri untuk menghadapi rapar-rapat dan presentasi yang penting, dan menjalin hubungan-hubungan.
Tentunya semua waktu yang berkualitas terletak pada kuadran ini.
Kuadran 3
Kuadran tiga, hampir merupakan bayang-bayang dari kuadran satu, dan mencakup hal-hal yang urgen tetapi tidak penting. Kalaupun penting, hanya penting bagi orang lain, seperti memenuhi prioritas dan harapan orang lain
Kuadran 4
Kuadran empat mewakili hal-hal yang tidak urgent dan tidak penting. Kegiatan yang hanya menghabiskan waktu, seperti mengobrol ditelepon hingga larut malam.Kuadran ini biasa disebut kuadran pemborosan.
Dalam hidup, kita selalu berada di salah satu kuadran. Jadi supaya kita selalu berada di kuadran yang tepat, maka hal yang harus kita lakukan adalah :
1. Mendahulukan pekerjaan yang penting namun belum mendesak, mengapa? karena sesuatu yang penting dan belum mendesak apabila terus menerus ditunda-tunda akan menjadi sesuatu yang penting dan mendesak.
2. Tidak banyak menggunakan kuadran 3 dan 4
3. Banyak memposisikan diri di kuadran 2 dan berhenti menunda-nunda.